• header
  • header

Selamat Datang di Website SMK YP GEUSAN ULUN | Terima Kasih Kunjungannya.

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMK YP GEUSAN ULUN

NPSN : 20208400

Jl.Prabu Gajah Agung No.56 Telp. (0261) 201019 Kel.Situ Kec. Sumedang Utara Kab.Sumedang 45323


info@smkypgusumedang.sch.id

TLP : (0261) 201019


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 75697
Pengunjung : 36041
Hari ini : 22
Hits hari ini : 58
Member Online : 0
IP : 3.236.212.116
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Guru Sebagai Fasilitator dalam Pembelajaran




 
 

Guru Sebagai Fasilitator dalam Pembelajaran

Saat ini peran guru di kelas lebih ditekankan sebagai fasilitator pembelajaran. Guru bukan lagi sebagai satu-satunya sumber informasi bagi peserta didik. Mengapa demikian? Hal ini ditegaskan dalam penerapan Kurikulum baru (Kur 2013), karena pada kenyataannya di lapangan guru masih seringkali menjadi sumber utama informasi dan pembelajaran cenderung berpusat pada si guru. Penekanan bahwa guru sekarang lebih berperan sebagai fasilitator dimaksudkan agar kelas menjadi lebih hidup dan bergairah. Peserta didik akan lebih banyak berkegiatan baik secara fisik maupun secara mental. Ini juga otomatis akan membuat pergeseran paradigma mengajar guru dari yang bersifat teacher centred (berpusat pada guru) menjadi student centred (berpusat pada siswa). Praktik pembelajaran dengan melulu ceramah harus mulai digantikan dengan pembelajaran yang mengaktifkan siswa.

Melalui pembelajaran aktif guru dapat berperan sebagai fasilitator. Ia bertugas memfasilitasi pembelajaran yang berlangsung pada diri peserta didik, sehingga mereka memperoleh pengalaman belajar nyata dan otentik. Dengan memfasilitasi pembelajaran, berarti guru berusaha mengajak dan membawa seluruh peserta didik yang ada di kelasnya untuk berpartisipasi. Memfasilitasi pembelajaran bukanlah hal yang gampang jika guru tidak memiliki cukup pemahaman tentang psikologi pendidikan dan berbagai teori pembelajaran berikut model-model dan metode inovatif untuk pengajaran. Pada abad 21 ini, cara-cara lama mengajar guru banyak yang sudah ketinggalan dan terlindas kemajuan jaman. Penguasaan IT, misalnya menjadi syarat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang guru. 

Fasilitasi pembelajaran bermakna bahwa semua peserta didik dengan segala keunikan dan karakteristiknya masing-masing harus dapat digugah dan distimulasi oleh guru untuk mengikuti pembelajaran yang sedang berlangsung. Hal ini penting karena keinginan dan motivasi yang muncul dari dalam diri siswa atau peserta didik untuk belajar (karena muncul rasa ingin tahunya, muncul rasa penasarannya akan suatu hal, muncul rasa membutuhkan suatu informasi baru, dsb) akan membuat mereka lebih dalam memahami sesuatu hal yang sedang dibelajarkan di kelas.

Jika guru ingin menjadi fasilitator yang baik di dalam kelasnya, maka sudah barang tentu ia akan berusaha untuk:
  • Memiliki pemahaman dan pengetahuan (mengenali) kekuatan dan kelemahan setiap (masing-masing) peserta didik yang ada di kelas yang diampunya. Hal ini penting agar guru dapat memberikan bantuan, atau fasilitas yang sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka.
  • Memiliki kepedulian kepada seluruh peserta didik yang di dalam kelasnya dan sedang berupaya mengikuti pembelajarannya. Dengan demikian guru akan berusaha memberika segala yang dapat ia berikan (fasilitasi) untuk pembelajaran peserta didik, memberikan rasa aman dan nyaman berada di dalam kelas dan membuat setiap peserta didik berkembang sesuai potensinya.
  • Memiliki kesadaran penuh bahwa setiap peserta didik memiliki hak yang sama untuk belajar. Setiap peserta didik mungkin berkembang dan belajar dengan kecepatan dan kemampuan yang berbeda-beda dan guru harus bisa-bisa mengharmonisasi seluruh peserta didik di dalam kelasnya sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat dicapai.
  • Memahami bahwa setiap peserta didik mempunyai minat yang berbeda-beda dan mempunyai gaya dan cara belajar terbaik mereka masing-masing yang membutuhkan fasilitasi dengan cara-cara yang berbeda (khusus) pula.
  • Mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik sehingga ia dapat memanajemen kelasnya dan pembelajarannya dengan baik dan efektif. Hal ini sangat penting karena akan menghemat tenaga dan waktu bagi semua orang yang terlibat dalam pembelajaran tersebut.
  • Memiliki tugas yang kompleks meliputi: melakukan penilaian dan evaluasi; melakukan perencanaan pembelajaran secara baik; mengimplementasi rancangan pembelajaran yang telah dibuat dan mengubah sesuai kondisi yang ada di saat pembelajaran dilaksanakan.

Guru-guru harus belajar dan berlatih untuk menjadi fasilitator yang baik dalam kelasnya, apalagi guru-guru yang telah terbiasa (terotomatisasi) untuk mengajar dengan teknik-teknik, metode-metode, dan strategi lama yang mungkin harus dipertimbangkan ulang penggunaannya di dalam kelas, seperti melulu berceramah, dan melulu mendominasi pembelajaran dari awal sampai akhir.

Demikian beberapa peran guru sebagai fasilitator pembelajaran di kelasnya. Semoga bermanfaat dan menjadi tambahan pengetahuan buat kita semua.




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas