• header
  • header

Selamat Datang di Website SMK YP GEUSAN ULUN | Terima Kasih Kunjungannya.

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMK YP GEUSAN ULUN

NPSN : 20208400

Jl.Prabu Gajah Agung No.56 Telp. (0261) 201019 Kel.Situ Kec. Sumedang Utara Kab.Sumedang 45323


info@smkypgusumedang.sch.id

TLP : (0261) 201019


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 75738
Pengunjung : 36046
Hari ini : 27
Hits hari ini : 99
Member Online : 0
IP : 3.236.212.116
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Teladani Guru Kalbu Een Sukaesih, Tekan Kekerasan di Sekolah




Teladani Guru Kalbu Een Sukaesih, Tekan Kekerasan di Sekolah

Guru kalbu/ADANG JUKARDI/PR
GURU kalbu, Een Sukaesih saat masih hidup memberikan bimbingan belajar kepada para siswa SD dan SMP binaannya di ruang belajar rumahnya di Dusun Batukarut, Desa Cibeureum Wetan, Kec. Cimalaka.*

SUMEDANG, (PR).- Maraknya tindak kekerasan yang terjadi di sekolah maupun di rumah akhir-akhir ini, akibat kurangnya sentuhan kasih sayang terhadap anak serta rendahnya budaya literasi.  Solusi mengantisipasi hal itu, di antaranya  dengan menerapkan pendidikan berbasis kasih sayang seperti  yang dicontohkan sang guru kalbu Een Sukaesih. 

"Untuk mengatasi tindak kekerasan tersebut, yakni dengan menerapkan pendidikan berbasis kasih sayang terhadap siswa di sekolah. Hal itu, seperti yang dicontohkan almarhumah sang guru kalbu Een Sukaesih. Tak hanya di sekolah saja, termasuk anak-anak di lingkungan masyarakat," ujar Pembina Paguyuban Motekar dan Yayasan Al Barokah, Herman Suryatman. Ia ditemui di Rumah Pintar (Rumpin) Al-Barokah Een Sukaesih di Dusun Batukarut, Desa Cibeureum Wetan, Kec. Cimalaka, Sabtu 10 Februari 2018.

Ia katakan itu di sela diskusi publik bertajuk "Implementasi Pendidikan Berbasis Kasih Sayang"  di Rumpin Al- Barokah. Acara tersebut terselenggara atas kerjasama Paguyuban Motekar dengan Yayasan Al- Barokah Een Sukaesih.  Hadir sebagai pembicara, antara lain kriminolog dan pegiat literasi  Maman Suherman, budayawan Acil Bimbo dan peraih Een Sukaesih Award (ESA) tahun 2017 Yuli Badawi.

Diskusi dihadiri sekira 75 orang guru dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat.  Selain dari Sumedang,  juga hadir perwakilan guru dari Cianjur, Bandung, Cirebon, Kuningan, Majalengka, dan Ciamis.

Kekerasan realita dunia pendidikan

Menurut  Herman, tindak kekerasan di sekolah, seperti peristiwa  meninggalnya Ahmad Budi Cahyono, seorang Guru Seni Rupa SMAN 1 Torjun Sampang Madura. Guru tersebut meninggal dunia  akibat dianiaya muridnya. Kejadian tersebut menghentak sekaligus menghebohkan masyarakat, terutama di lingkungan pendidikan. Kondisi itu, realita dunia pendidikan di tengah transformasi kehidupan sosial kemasyarakatan.

"Melalui penerapan pendidikan berbasis kasih sayang, diyakini kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang," kata dia.

Pendidikan berbasis kasih sayang

Paguyuban Motekar, Yayasan Al Barokah bersama alumni ESA se- Jawa Barat, telah menyusun konsep Pendidikan Berbasis Kasih Sayang sebagai media untuk mengoptimalkan proses pembelajaran pendidikan formal di sekolah. Termasuk, pendidikan informal di lingkungan keluarga dan masyarakat.  Setelah konsepnya matang,  akan diseminasikan ke masyarakat luas, khususnya para guru di Jawa Barat maupun di tingkat nasional.

"Walaupun diskusi ini sederhana, manfaatnya besar untuk menghantarkan generasi penerus agar  lebih berkualitas dan berakhlak mulia. Mereka  harus diberikan sentuhan kasih sayang dan diajarkan gemar membaca dan menulis," ujar Herman.

 

BUPATI Sumedang H. Ade Irawan (kanan) didampingi  Direktur RSUD Sumedang, H. Hilman Taufik (kedua kanan) tengah menjenguk sang guru kalbu, Een Sukaesih (51) yang dirawat di ruang VIP 204  RSUD Sumedang, Rabu (10/12/2014).  Een yang dirawat sejak Selasa (9

Sementara itu, budayawan Acil Bimbo mengatakan, di zaman yang penuh tantangan yang seringkali disebut 'zaman edan', perlu ketahanan budaya. Dalam budaya  Sunda, dikenal  silih asah, silih asih dan silih asuh. Dirinya pun mengembangkan  kegiatan "Jaga Lembur". Begitu pula di dunia pendidikan, ada sosok sang guru qolbu Een Sukaesih  yang mengajarkan pendidikan berbasis kasih sayang. Masyarakat tinggal konsisten melaksanakannya.

"Diskusi ini pertemuan berharga. Kita meluangkan waktu untuk membicarakan nilai-nilai. Kejadian di Sampang, mengingatkan kita semua akan pentingnya nilai-nilai budaya dalam pendidikan," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kriminolog sekaligus pegiat literasi Maman Suherman yang akrab disapa Kang Maman menyampaikan keprihatinannya.  Ia mengatakan, kejadian kekerasan di sekolah maupun di rumah,  tak lepas dari pengaruh masih rendahnya budaya literasi di masyarakat. Padahal budaya literasi mempengaruhi kebahagiaan serta cara pandang dan pola sikap masyarakat. "Masyarakat Indonesia  belum mampu  menekankan pentingnya literasi," kata Maman. 

Minat baca rendah

Berdasarkan data  UNESCO, kata dia,  minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001. Artinya, saat 1.000 orang Indonesia berkumpul, yang suka membaca cuma 1 orang. "Jadi dari 280 juta orang Indonesia, yang suka membaca hanya 280.000 orang. Sementara yang menyalahgunakan narkoba 5,9 juta orang," kata  Maman mengungkapkan.

Lebih jauh ia menjelaskan,  lima negara paling tinggi minat membaca, yakni Islandia, Finlandia, Swiss, Norwegia dan Denmark. Kelima negara itu, paling bahagia di dunia. "Orang Indonesia rata-rata baca buku setahun 1 sampai 2 buku. Di Finlandia,  rata-rata 30 buku per orang. Mereka negara paling bahagia," katanya

Peraih penghargaan ESA 2017,  Yuli Badawi menuturkan, kunci utama pendidikan di lingkungan keluarga maupun sekolah, yakni kasih sayang. Dari pengalamannya, selain mengasuh dan membesarkan 4 anak kandungnya, ia juga membesarkan puluhan anak asuh. Sebagian besar ia merawatnya dari bayi.  Ada yang orang tuanya pemulung, ada juga anak yang tak diharapkan karena ibunya diperkosa. Ada pula yang ditinggalkan begitu saja.

"Semua anak,  saya terima dengan kegembiraan yang sama seperti ketika saya melahirkan. Saya mendidik dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang. Sebagaimana dicontohkan ibu Een Sukaesih," ucap Yuli.***



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :

 

Komentar :

Pengirim : EllBync -  [ellPynC@zmail.website]  Tanggal : 07/05/2019

Amoxicillin Ear Infection <a href=http://drugs2k.net>generic cialis overnight delivery</a> Want To Buy Dutasteride Cephalexin On Line For Dogs Amoxicillin Superinfection


Pengirim : Matnece -  [matfrilla@wmaill.site]  Tanggal : 23/04/2019

Prix Du Propecia Pharmacie Viagra Online No Prescription Cialis Soft Tabs Online <a href=http://cialislis.com>buy cialis online</a> Rxpills Cialis Cialis Auf Rechnung Kaufen



   Kembali ke Atas